PEMBERITAHUAN

TATA TERTIB

oleh System Administrator -

Tata Tertib dan Etika Mahasiswa STIE Ganesha

Dalam Mengikuti E-Learning STIE Ganesha

 

1.    Ketentuan Umum

a.    Aktif mengikuti E-Learning, berperan aktif dalam diskusi, dan mengumpulkan Tugas E-Learning sesuai dengan jadwal.

b.    Nilai akhir E-Learning berasal dari: 15% nilai Partisipasi/kahadiran, 20% rata-rata   nilai diskusi dan Tugas, 30% Nilai UTS, dan 35% Nilai UAS.

1)        Nilai partisipasi dihitung berdasarkan keaktifan mahasiswa setiap Minggu/SESI.

2)        Rata-rata nilai diskusi dihitung dari total nilai diskusi pertemuan 1 sampai 14 dibagi 14. Total nilai diskusi tetap akan dibagi empat belas meskipun mahasiswa mengerjakan diskusi kurang dari delapan.

3)        Rata-rata nilai tugas dihitung dari total nilai tugas 1, 2, 3 dan 4 dibagi 4. Total nilai tugas tetap akan dibagi empat meskipun mahasiswa mengirimkan tugas kurang dari tiga.

 

2.    Ketentuan Khusus

a.    Dilarang memberikan user name dan pasword E-Learning kepada pihak lain.

b.    Dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan  dan Dosen antarmahasiswa, mencerminkan keterpelajaran dan kecendekiaan, di antaranya dengan cara :

1)        Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar;

2)        Mengedepankan tata krama, kepatutan, dan kesantunan;

3)        Menghindari singgungan terhadap masalah SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) dan politik praktis.

c.    Menjunjung tinggi kejujuran dan keluhuran akademik, dengan cara:

1)        Mengerjakan sendiri semua aktivitas E-Learning dan tidak boleh dilakukan orang lain (JOKI);

2)        Menghindari plagiarisme, yaitu menggunakan seluruh atau sebagaian pemikiran atau hasil temuan orang lain tanpa mencantumkan sumbernya baik dalam berdikusi ataupun pengerjaan tugas E-Learning;

3)        Menghindari perbuatan memberikan jiplakan kepada mahasiswa lain atau menjiplak hasil karya orang lain dalam menanggapi diskusi dan mengerjakan tugas E-Learning.

d.    Sanksi akademik

Mahasiswa yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan di atas akan dikenai sanksi akademik berikut.

1)        Deaktivasi atau penonaktifan kesertaan mahasiswa dalam E-Learning mata kuliah mulai minggu keempat dan seterusnya, bagi yang tidak aktif dalam  E-Learning mata kuliah yang diikuti. sejak minggu pertama hingga minggu ketiga bertuturt-turut.

2)        Pemberian pengingatan atau teguran bagi yang melakukan praktik plagiarisme dan tidak mengindahkan kepatutan dan kesantunan dalam berbahasa Indonesia.

3)        Pemberian teguran resmi dan penghentian kesertaan dalam E-Learning untuk seluruh mata kuliah yang diikuti dalam satu semester bagi yang terdeteksi atau diketahui menggunakan JOKI dalam keaktifan, diskusi, dan pengerjaan Tugas E-Learning.

4)        Pemberian nilai nol (0) bagi diskusi dan tugas E-Learning baik bagi yang menjiplak maupun yang memberikan jiplakan.


PENGUMUMAN

oleh System Administrator -

Sehubungan  dengan  Surat  Edaran  dari  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan  Bekerja  dari  Rumah  dalam  rangka  Pencegahan  Penyebaran  Corona  Virus  Disease  (COVID-19), dengan ini kami sampaikan hal berikut:

1.  masa belajar paling lama bagi mahasiswa yang seharusnya berakhir pada semester genap 2019/2020, dapat diperpanjang 1 semester, dan pengaturannya diserahkan kepada Pimpinan Perguruan Tinggi sesuai dengan kondisi dan situasi setempat;

2.  praktikum laboratorium dan praktek lapangan dapat dijadwal ulang sesuai dengan status dan kondisi di daerah; 

3.  penelitian tugas akhir selama masa darurat ini agar diatur baik metode maupun jadwalnya, disesuaikan dengan status dan kondisi setempat;

4.  periode  penyelenggaraan  kegiatan  pembelajaran  semester  genap  2019/2020  pada  seluruh jenjang  program  pendidikan  agar  dapat  disesuaikan  dengan  kebutuhan  masing-masing perguruan tinggi sehingga seluruh kegiatan akademik dapat terlaksana dengan baik;

5.  persiapan pelaksanaan langkah-langkah sebagaimana disampaikan dalam angka 1 sampai 4 di atas agar terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi setempat.